|
Bung Karno tentang Bung Karno sendiri |
|
Jumat, 01 Januari 2010 07:08 |
|
Ada orang mengatakan Sukarno itu nasionalis, ada mengatakan Sukarno bukan lagi nasionalis, tetapi Islam, ada lagi jang mengatakan dia bukan nasionalis bukan Islam, tapi Marxis, dan lagi jang mengatakan dia bukan nasionalis bukan Islam, bukan Marxis, tetapi jang berfaham sendiri. Golongan jang tersebut belakangan ini berkata: mau disebut dia nasionalis, dia tidak setuju dengan apa jang biasanja disebut nasionalisme; mau disebut dia Islam, dia mengeluarkan paham-paham jang tidak sesuai dengan pahamnja banjak orang Islam; mau disebut Marxis, dia… Sembahjang; mau disebut bukan Marxis, dia “gila” kepada Marxisme itu!
Kini saja mendjadi pembantu tetap dari “Pemandangan”, dan oleh karena artikel-artikel saja nanti tentu akan membawa tjorak djiwa Sukarno, maka baiklah saja tuturkan kepada Tuan, betapakah… Sukarno itu. Apakah Sukarno itu? Nasionaliskah? Islam-kah? Pembaca-pembaca, Sukarno, adalah… campuran dari semua isme-isme itu. Perhatikan uraian di bawah ini.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Jumat, 05 Februari 2010 19:48 |
|
Nasionalisme kita itu adalah Nasionalisme jang amat luas sekali, Nasionalisme kita itu adalah satu Nasionalisme jang berisikan matjam-matjam tuntutan hidup agar supaja Rakjat Indonesia ini benar-benar mendekati Rakjat jang bahagia. Dengan tegas saja berkata, seorang Nasionalis tanpa tekanan kata misalnya kepada tuntutan Sosial, artinja seorang Nasionalis tanpa menekankan ia punja kata kepada tuntutan, agar supaja ditanah air Indonesia ini diadakan suatu masjarakat jang adil dan makmur, jang memberi kebahagiaan kepada semua manusia Indonesia diatasnja. Nasionalis jang demikian itu bukanlah Nasionalisme komplit.
Oleh karena itu saja berkata, Sedjak saja berpidato dihadapan para Pemuda di Surabaja, saja berkata: Djikalau kita Patriot, djikalau kita Nasionalis, djadilah Nasionalis komplit, djadilah Patriot komplit.
|
|
selanjutnya
|
|