|
Aku pernah berkata, ada orang kaya raya, auto Impala, auto Mercedes, gedungnya tiga, empat, lima tingkat, tempat tidurnya kasurnya tujuh lapis mentul-mentul. Tiap-tiap hari makan empat, lima, enam, tujuh kali. Ya, seluruh rumahnya itu laksana ditabur dengan ratna mutu manikam, kakinya tidak pernah menginjak ubin, yang diinjak selalu permadani yang tebal dan indah. Tapi orang yang demikian itu, pengkhianat. Tapi orang yang demikian itu menjadi kaya oleh karena korupsi. Orang yang demikian itu di wajah-Nya Tuhan yang Maha Esa, adalah orang yang rendah. Di wajah Tuhan Yang Maha Esa dia adalah orang yang rendah!
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 14 November 2011 09:39 |
|
Selanjutnya...
|
|
Saudara-saudara, Negara kita berisikan masyarakat adil dan makmur ataukah exploitation de l’homme par l’homme? Saya bisa menceritakan penderitaan rakyat Indonesia yang sudah berpuluh-puluh tahun untuk satu hal. Yaitu gandrung kepada satu masyarakat yang adil dan makmur. Saya pada waktu masih muda, sudah ikut bergerak. Saya mengalami parta-partai, saya mengalami Sarekat islam yang dipimpin oleh almarhum HOS Tjokroaminoto. Saya mengalami gerakannya Surjopranoto dengan PSG-nya, Bond dari Serikat Sekerja Gula. Saya mengalami perjuangan Sosrokardono dengan ia punya PPPB. Saya mengalami Sarekat Rakyat, saya mengalami PKI. Kenal itu semuanya.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 09 November 2011 09:48 |
|
Selanjutnya...
|
|
Bung Karno tentang Pancasila |
|
Saya bukanlah pencipta Pancasila, saya bukanlah pembuat Pancasila. Apa yang saya kerjakan tempo hari, ialah sekadar memformuleer perasaan-perasaan yang ada di dalam kalangan rakyat dengan beberapa kata-kata, yang saya namakan “Pancasila”. Saya tidak merasa membuat Pancasila. Dan salah sekali jika ada orang mengatakan bahwa Pancasila itu buatan Soekarno, bahwa Pancasila itu buatan manusia. Saya tidak membuatnya, saya tidak menciptakannya. Jadi apakah Pancasila buatan Tuhan, itu lain pertanyaan. Aku bertanya. Aku melihat daun daripada pohon itu hijau. Nyata hidau itu bukan buatanku, bukan buatan manusia. Apakah warna hijau daripada daun itu dus buatan Tuhan? Terserah kepada saudara-saudara untuk menjawabnya. Aku sekedar konstateren, menetapkan dengan kata-kata satu keadaan.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 31 Mei 2011 12:11 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|